Minggu, 07 Desember 2008

.







barang kali anda tertarik dengan musik dan kesenian tradisional Calung Banyumasan anda dapat menghubungi ki Dalang Jemblung disini

Senin, 20 Oktober 2008

Dalang Jemblung












Mengapa Dalang Jemblung.??

apan sih...Dalang Jemblung,
Budaya kesenian tradisional chas daerah Banyumas-Purwokereto JATENG jaman dulu terkenal dengan Dongeng
Dalang Jemblung. Pada setiap acara hajatan baik acara khitanan maupun resepsi pernikahan selalu
disuguhkan dongeng Dalang jemblung .

Dalang jemblung adalah seorang dalang yang pekerjaannya mendongeng tentang wayang kalau ada yang nanggap,(bukan dalang seperti Pak Ki Mateb atau Ki Anom S)

Dongeng dalang jemblung dalam pementasannya seorang diri (tanpa dibantu Nayogo maupun sinden)
hanya dengan beberapa tokoh wayang yang telah dipersiapkannya lalu kidalang mendongeng sembari
mengerak-gerakan wayangnya.

Terlihat kidalang kerepotan, jika ia perlu musik juga hanya menggunanakan mulutnya misalnya
crek...crek...tok...tok....nong....gong ...dsb. (lucu bukan..?)





Dari anak-anak sampai dewasa penonton ketika itu sangat terkesima karena kelucuannya dan juga karena
petuah/ nasehat yang sarat filosofy, kidalang menceriterkan tetang kebaikan dan kejahatan dalam kehidupan manusia di alam jagat giri noto,
yang di ragakan/ digambarkan dengan tokoh-tokoh wayang sehingga tidak ada penonton yang tersinggung.
Maksud kidalang para penonton akan menafsirkan maksudnya sesuai sudut pandang masing-masing
penonton.

Namun kesenian tradisional Jemblung kini telah punah seiring masuk dan gencarnya budaya manca,
bahkan kini wayangpun mulai berangsur-angsur tergusur dengan kemajuan zaman,

tak terbayangkan jika nanti tokoh dalang senior seperti Ki manteb, Ki Anom suroto
, Ki Tibul dak dalang lain sudah tiada...akan masih adakah wayang.???

Itulah sekelumit tentang Dalang jemblung si Single Figther yang ikut memperkokoh ketahanan Nasional
hingga tercipta kemerdekaan negara kita tercinta. Jika kelak saya telah selesai mencari nafkah di Jakarta
akan pulang kampung meneruskan jejak dalang jemblung (mohon restunya ya pengunjung..).









Mengapa Wayang. . .?

Rasanya kuno ya...., sedangkan sekarang kan zaman modern, zaman teknologi sehingga wayang patut dirasa sudah tidak relevan lagi, namun kidalang bisanya hanya itu, ya sudah ndalang terus saja.Kidalang ingat apa yg dikatakan oleh seorang "budayawan" katanya bangsa yang ingin maju harus tahu dan memahami sejarah dan budayanya (artinya nengok kebelakang atau evaluasi agar mendatang bisa belajar dari masa lampau sehingga tidak kesandung batu yang sama).




Kidalang melihat banyak orang khususnya yang tinggal dikota besar sperti metropolotan,mungkin karena terjerat rutinitas atau lingkungannya yang majemuk sehingga banyak
yang kehilangan jatidirinya (termasuk kidalang) , karena meremehkan dan melupakan hal-hal yang
prinsip dan mendasar seperti contohnya Agama & Budaya.

Banyak orang zaman sekarang yang lupa terhadap dirinya,sering kali tidak sadar ia bertanya kepada dirinya( saya ini siapa ya...?.). Nah untuk itulah Dalang jemblung bermaksud memberi ciri/ corak/khas orang timur yang sadar akan dirinya
sehingga tahu saya ini siapa....serta dalam rangka "kacang ora lali kulite
ikiti terus Dalang jemblung dalam setiap episodenya***









Senin, 13 Oktober 2008

Wayang digital





"Hasta Brata" By : Ki Dalang Jemblung





Pengunjung Dalang Website dan penonton wayang yang berbahagia....,
Banyak orang yang kepengin jadi presiden atau raja,bahkan ingin menggapai dinia, jika anda sorang pemimpin coba deh 8 delapan sifat perilaku untuk menuju kesana.

Sejak dahulu kala bukan saja di Indonesia tetapi dunia umumnya seperti China, Jepang dan juga negara lain mempelaji sifat alam yang dikenal dengan "Hasta Brata"

Sebelum kita beberkan Hasta Brata, kidalang ingin sekelumit mengenang cerita wayang lakon "Wahyu Makutoromo" saat itu Begawan Kesowosidi mendirikan perguruan di pertapan Kuto runggu. Banyak para pejabat yang pada menuju kesana guna di mendapat ilmu kepemimpinan, salah satu diantaranya adalah Bupati Awangga A.Karno utusan dari negara Hastina.

Keunikan peristiwa yang terjadi kala itu, ternyata Hanoman yang telah bekerja keras dan iklas sebagai asisten dan penerima tamu sekali gus penagnngung jawab keamanan diperguruan Kuto runggu malah mendapat hukuman.

Ceritanya begini....,
Ketika A.Karno memaksa B.Kesowosidi untuk memberikan wahyu makuto romo yang berisi hasta brata terjadilah peperangan (B.Kesowosidi akan mejang hasta brata kepada siapa saja orang yang tekun dan iklas menjalaninya bukan dipaksakan)

Karena marahnya Karno melepaskan senjata andalannya panah kunto derwoso hendak membuh B.Kesowosidi namun dengan cepat Hanoman menangkap panah tersebut dengan maksud ingin menyelamat kan gurunya, ternyata Hanoman justru disalahkan dengan dalih/ dianggap meragukan kemampuan guru.

Barangkali bisa menjadi cermin kehatihatian dalam bertidak bahwa, tidak semua niat baik hasilnya baik







Hasta Brata

( hasta=8, Brata =perilaku / sifat)

1.KISMO ( bumi)
Kismo artinya bumi, seorang pemimpin harus murah hati, bagaikan bumi/ tanah siapa orang yang mau mengolah dan menanaminya maka bumi/ tanah memmebikan hasil panennya.


2.MARUTO ( angin)
Maruto artinya angin, seorang pemimpin harus entengan & peduli harus tahu sampai jajaran yang paling bawah dan paling jauh (seperti angin berada di mana-mana)


3.SAMUDRO (laut / air)
Samudro artinya laut , seorang pemimpin harus legowo menampung apa saja. sifat laut airnya bening dan rata jika tidak kena tekanan atau ombak, seorang pemimpin harus bening dan lembut tutur katanya serta adil


4.CONDRO (rembulan)
Condro artinya rembulan, seorang pemimpin harus mampu memberi penerang kepada yang kegelapan, memberi pintar kepada yang bodo, memberi penyejuk bagi yang kegerahan


5.SURYO (matahari)
Suryo artinya matahari selalu menyinari laut,awan dsb sehingga tercipta keharmonisan alam, seorang pemimpin harus dermawan, senang memberi, sering menugaskan anak buahnya untuk pekerjaan yang sendiri menyukai

6.AKOSO (angkasa/ langit)
Akoso/ angkasa artinya langit selalu melindungi seluruh jagat seisinya, seorang pemimpin harus mampu melindungi bawahannya dengan tak kecuali/ siapapun.

7.DAHONO (api)
Dahono artinya api, seorang pemimpin harus berani mengambil resiko, jika ada anak buah yang salah tetap harus dihukum walaupun masih saudaranya.

8.KARTIKO ( bintang/ lintang)
Kartiko artinya lintang, seorang pemimpin harus sehat jasmani dan rochani karena akan menjadi panutan anak buahnya. Seperti sifat lintang menjadi pedoman/ patokan. sepert zaman nenek moyang kita jika hendak berlayar, bertani dsb terlebih dahulu melihat lintang***
By: Dalang Jemblung