Senin, 20 Oktober 2008

Dalang Jemblung












Mengapa Dalang Jemblung.??

apan sih...Dalang Jemblung,
Budaya kesenian tradisional chas daerah Banyumas-Purwokereto JATENG jaman dulu terkenal dengan Dongeng
Dalang Jemblung. Pada setiap acara hajatan baik acara khitanan maupun resepsi pernikahan selalu
disuguhkan dongeng Dalang jemblung .

Dalang jemblung adalah seorang dalang yang pekerjaannya mendongeng tentang wayang kalau ada yang nanggap,(bukan dalang seperti Pak Ki Mateb atau Ki Anom S)

Dongeng dalang jemblung dalam pementasannya seorang diri (tanpa dibantu Nayogo maupun sinden)
hanya dengan beberapa tokoh wayang yang telah dipersiapkannya lalu kidalang mendongeng sembari
mengerak-gerakan wayangnya.

Terlihat kidalang kerepotan, jika ia perlu musik juga hanya menggunanakan mulutnya misalnya
crek...crek...tok...tok....nong....gong ...dsb. (lucu bukan..?)





Dari anak-anak sampai dewasa penonton ketika itu sangat terkesima karena kelucuannya dan juga karena
petuah/ nasehat yang sarat filosofy, kidalang menceriterkan tetang kebaikan dan kejahatan dalam kehidupan manusia di alam jagat giri noto,
yang di ragakan/ digambarkan dengan tokoh-tokoh wayang sehingga tidak ada penonton yang tersinggung.
Maksud kidalang para penonton akan menafsirkan maksudnya sesuai sudut pandang masing-masing
penonton.

Namun kesenian tradisional Jemblung kini telah punah seiring masuk dan gencarnya budaya manca,
bahkan kini wayangpun mulai berangsur-angsur tergusur dengan kemajuan zaman,

tak terbayangkan jika nanti tokoh dalang senior seperti Ki manteb, Ki Anom suroto
, Ki Tibul dak dalang lain sudah tiada...akan masih adakah wayang.???

Itulah sekelumit tentang Dalang jemblung si Single Figther yang ikut memperkokoh ketahanan Nasional
hingga tercipta kemerdekaan negara kita tercinta. Jika kelak saya telah selesai mencari nafkah di Jakarta
akan pulang kampung meneruskan jejak dalang jemblung (mohon restunya ya pengunjung..).









Mengapa Wayang. . .?

Rasanya kuno ya...., sedangkan sekarang kan zaman modern, zaman teknologi sehingga wayang patut dirasa sudah tidak relevan lagi, namun kidalang bisanya hanya itu, ya sudah ndalang terus saja.Kidalang ingat apa yg dikatakan oleh seorang "budayawan" katanya bangsa yang ingin maju harus tahu dan memahami sejarah dan budayanya (artinya nengok kebelakang atau evaluasi agar mendatang bisa belajar dari masa lampau sehingga tidak kesandung batu yang sama).




Kidalang melihat banyak orang khususnya yang tinggal dikota besar sperti metropolotan,mungkin karena terjerat rutinitas atau lingkungannya yang majemuk sehingga banyak
yang kehilangan jatidirinya (termasuk kidalang) , karena meremehkan dan melupakan hal-hal yang
prinsip dan mendasar seperti contohnya Agama & Budaya.

Banyak orang zaman sekarang yang lupa terhadap dirinya,sering kali tidak sadar ia bertanya kepada dirinya( saya ini siapa ya...?.). Nah untuk itulah Dalang jemblung bermaksud memberi ciri/ corak/khas orang timur yang sadar akan dirinya
sehingga tahu saya ini siapa....serta dalam rangka "kacang ora lali kulite
ikiti terus Dalang jemblung dalam setiap episodenya***









0 komentar:

Poskan Komentar